Menurut juru bicara militer Israel, Letkol Jonathan Conricus, “Beberapa rudal berhasil situs slot dihentikan di udara. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan terhadap infrastruktur sipil atau militer di wilayah yang menjadi target.”
Houthi Klaim Bertanggung Jawab
Kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan sebagai respon atas tindakan militer Israel di Gaza. Dalam pernyataan resminya, Houthi menyatakan bahwa serangan rudal itu merupakan “peringatan tegas” kepada Israel agar menghentikan agresinya di Jalur Gaza.
“Kami tidak akan tinggal diam menyaksikan kezaliman terhadap saudara-saudara kami di Palestina. Rudal-rudal kami akan terus menghantam jantung rezim Zionis sampai mereka menghentikan agresi,” ujar seorang juru bicara militer Houthi melalui siaran televisi Al Masirah.
Eskalasi Ancaman Regional
Serangan dari Yaman menandai fase baru dari konflik yang selama ini terkonsentrasi di wilayah Israel dan Palestina.
Reaksi Internasional
Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan. Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri AS mengutuk serangan rudal dari Yaman, dan menegaskan hak Israel untuk membela diri dari segala bentuk serangan eksternal.
“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperluas konflik lebih jauh. Aksi-aksi seperti ini hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut,” demikian kutipan dari pernyataan resmi pemerintah AS.
